Raker BMT PETA Fokus Target 2018

Peserta raker KSPPS BMT PETA serius menyimak paparan pemateri. (muhammad zuhri/KSPPS BMT PETA)

GRESIK — Peningkatan sumber daya manusia (SDM) para pengelola KSPPS BMT PETA menjadi perhatian khusus oleh para pengurus dan pihak manajerial. Hal itu dibuktikan dengan digelarnya rapat kerja di Karangcangkring, Dukun, Gresik, Sabtu (13/01/2018).

Peserta raker adalah bagian administrasi pusat, bagian marketing pusat, korwil, kepala cabang, dan para account officer (AO) dari berbagai daerah. Selain menerima berbagai ilmu tentang penanganan pembiayaan bermasalah, juga dibahas target-target yang hendak dicapai ditahun 2018. Antara lain target pembiayaan masing-masing kepala cabang dan AO, target penerimaan tabungan dari luar jamaah, juga dibahas peraturan khusus (persus) tentang KSPPS BMT PETA.

Rapat dimulai pukul 9.00 WIB ini. Manajer BMT PETA beliau H. M. Ayyubi Choyin, saat membuka rapat mengatakan pentingnya target-target yang harus dicapai oleh masing-masing pengelola. Target itu diharapkan endingnya berpengaruh terhadap hak yang hendak diterimanya.

“Jangan sampai saya mendholimi kalian sebagai pengelola. Kalau kinerja kalian bisa maksimal namun hak kalian belum terpenuhi dengan maksimal. Begitu juga, jangan sampai kita mendholimi perusahaan ketika kalian meminta hak kalian dengan penuh tanpa diimbangi dengan kinerja yang sesuai,” tegasnya.

Manajer KSPPS BMT PETA H. M. Ayubi Chozin membuka raker. (muhammad zuhri/KSPPS BMT PETA)

Target-target yang harus dicapai oleh para pengelola BMT PETA ditahun 2018, dikupas tuntas praktisi BMT, Khusnul Khotimah. Ia dengan cermat membuka pandangan para peserta rapat, sehingga mereka bisa membuat perencanaan mereka sendiri sesuai dengan kapasitas nasabah yang ada di wilayah masing-masing.

Selain itu, Mbak Khotim membedah peraturan khusus untuk mungkin dapat disesuaikan di BMT PETA. Peraturan yang cukup lengkap mencakup berbagai hal seperti syarat-syarat pembiayaan, pinjaman, keaktifan karyawan, hak karyawan, kewajiban karyawan, dan insentif untuk karyawan.

Untuk penanganan pembiasaan bermasalah atau kredit macet, para peserta rapat kerja ini sangat menikmati trik-trik jitu yang disampaikan langsung praktisi BMT, H. Sunjianto.  Dengan pendekatan kekeluargaan, dan sikap ramah terhadap nasabah yang macet menjadi kunci keberhasilan.

“Saya berharap seluruh karyawan di BMT PETA ketika menangani pembiayaan bermasalah, lebih mengedepankan akhlak dan tata krama serta sikap kekeluargaan. Juga membantu mencarikan solusi bagi nasabah yang macet, sehingga dengan begitu nasabah merasa benar-benar terdampingi untuk masalah hutangnya,” jelasnya. (ufi/pondokpeta.id)

Reportase: Muhammad Zuhri (Aswil KSPPS BMT PETA Jawa Tengah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*