Kliwonan Jelang Haul Akbar

Mushofahah usai khususiyah. (ufi/pondokpeta.id)

TULUNGAGUNG — Setiap malam Jum’at Kliwon, diselenggarakan khususiyah di Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA). Meski hajatan akbar peringatan haul tinggal tiga hari lagi, namun agenda rutin khususiyah kliwonan tetap digelar Kamis (21/09/2017) malam ini.

Ora ono hubungane khususiyah karo persiapan haul. Wonten nopo mawon, khususiyah istiqomah dilaksanakan. (Tidak ada hubungannya khususiyah dengan kesibukan persiapan haul. Khususiyah digelar istiqomah meskipun apapun yang terjadi),” jelas KH. Nashir, pengasuh Pondok Pesantren Al Alif, Tunjungan, Blora, Jawa Tengah, dalam taushiyah usai khususiyah kliwonan.

Mbah Nashir, sapaan KH. Nashir, menjelaskan dirinya baiat Thoriqot Syadziliyah di Pondok PETA pada tahun 1997. Saat itu mursyidnya Hadlrotus Syekh Abdul Djalil Mustaqim. Demikian pula baiat Thoriqot Qodiriyah.

Dahulu, Mbah Nashir mondok di Pondok Pesantren Bandungsari, Grobogan, yang diasuh murid Pondok PETA, KH. Abdul Wahid Zuhdi (alm.) Suatu ketika, tutur Mbah Nashir, sakit dan pamit kepada Kiai Wahid untuk absen khususiyah.

Kiai (KH. Abdul Wahid Zuhdi, red) dalem sakit, nyuwun izin mboten saged nderek khususiyah. (Kiai, saya sakit mohon izin tidak bisa ilut khususiyah),” kisah Mbah Nashir.

Oleh Kiai Wahid, permohonan izin itu ditolak. “Budhal.. !! Tetep kudu budal khususiyah. Khususiyah iki sekolah. Mati lak yo wis. (Berangkat.. !! Harus berangkat. Khususiyah itu laksana sekolah di thoriqot. Tidak apa-apa kehilangan nyawa waktu khususiyah),” tutur Mbah Nashir.

Mendengar hal itu, Mbah Nashir berangkat khususiyah meski dalam kondisi sakit. Dari peristiwa itu, jelas bahwa khususiyah yang telah dijadwalkan pelaksanaannya oleh Guru Agung Romo Kiai Mursyid istiqomah digelar dalam situasi dan kondisi apapun.

Jadwal khususiyah telah ditetapkan berlangsung setiap pekan yang biasanya malam Selasa di kelompok-kelompok. Kemudian khususiyah selapanan malam Ahad Kliwon di tingkat kabupaten, dan khususiyah malam Jum’at Kliwon di Pondok PETA Tulungagung.

Rangkaian khususiyah dimulai pukul 20.00 Wib dengan sholat hajat, sholat taubat dan dipungkasi sholat witir. Bertindak sebagai imam sholat dan imam khususiyah adalah H. Bashori dari Ploso, Jombang. (ufi/pondokpeta.id)