Indahnya Kebersamaan dan Saling Bersinergi

Suasana pertemuan ketua kelompok dan imam khususiyah dari Grobogan, Blora, Pati, dan Demak di Aula Ponpes Fadllul Wahid, Ngangkruk, Bandungsari, Ngaringan, Grobogan. (pujiyanto/SA78 grobogan)

GROBOGAN — Ketua Kelompok dan Imam Khususiyah di wilayah Kabupaten Blora, Grobogan, Pati, dan Demak, kompak duduk bersama. Mereka berbagi informasi dan saling bersinergi menyukseskan program Guru Agung Romo Yai Mursyid Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA).

Kekompakan itu tampak dalam pertemuan yang digelar di Aula Pondok Pesantren Fadllul Wahid, Ngangkruk, Bandungsari, Ngaringan, Grobogan, Selasa (27/12/2017). Selain menyampaikan berbagai informasi dari Pondok PETA, dibahas juga persiapan pelaksanaan haul Al Maghfurlah KH. Abdul Wahid Zuhdi, yang semasa hidupnya dikenal sebagai murid thoriqot Pondok PETA.

Pertemuan dipimpin KH. Busro Mustofa dari Ngawen, Blora. Dalam pertemuan itu, Koordinator KSPPS BMT PETA Jateng, Muhamad Zuhri, menyampaikan bahwa sebagai ketua kelompok harus tanggap dan responsif dan mengambil tindakan nyata guna menyukseskan program Guru Mursyid Hadlrotus Syekh Charir Muhammad Sholachuddin Al Ayyubi.

Beberapa hal disampaikan Zuhri diantaranya memotivasi jamaah agar lebih aktif menabung ke BMT PETA. Juga memberikan pemahaman kepada mereka seiring akan dilakukannya pendebetan rekening jamaah yang belum terdaftar sebagai anggota KSPPS BMT PETA.

Apabila saldonya telah mencukupi untuk menjadi anggota BMT PETA agar tidak miskomunikasi seperti SHU tahun 2016 kemarin. “Sebab sebagai jamaah Thoriqot Syadziliyah, menjadi anggota BMT PETA sama halnya menjadi anggota Sultan Agung 78,” ujar Zuhri yang baru saja menunaikan ibadah umrah bersama Panjalu Epic, travelnya Pondok PETA, akhir Nopember hingga awal Desember lalu.

Koordinator KSPPS BMT PETA Jawa Tengah Moh. Zuhri menyampaikan paparan dalam pertemuan sinergitas ketua kelompok dan imam khususiyah dari empat kabupaten. (pujiyanto/SA78 grobogan)

Dalam pertemuan itu juga disampaikan pembentukan sub admin dharma yang solid sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi)-nya. Sehingga jamaah terlayani penyerahan dharma dan pelaporannya dengan tertib. Kedepan diharapkan tidak ada alasan bagi jamaah untuk telat atau lupa menyerahkan dharma.

Zuhri juga mengulas tentang program spesial nan istimewa di Panjalu Epic. Yakni Umroh Badar 313 yang diharapkan dapat diikuti para imam khususiyah dan ketua kelompok serta jamaah Pondok PETA. “Mari sama-sama ikut menyukseskan program Umroh Badar 313 bersama Panjalu Epic. Dan harap diketahui, bahwa eksistensi Panjalu Epic mulai banyak diminati oleh jamaah Thoriqot Syadziliyah serta masyakat umum,” jelasnya.

Bendera organ-organ dibawah naungan Pondok PETA berkibar di halaman Masjid Quba’, Madinah al Munawaroh. (ravi nurkhamdi/PE)

Kang Munaji selaku lurah Ponpes Fadllul Wahid sekaligus ketua panitia, memaparkan bahwa pertemuan ini diikuti sekitar 80 orang. Mereka terdiri dari pengurus kelompok wilayah Blora, Grobogan, Pati dan Demak dan para tokoh alumni Ponpes Fadllul Wahid seperti KH. Jamaluddin (Demak), K. Shobirin (Pati), dan KH. M. Nashir dari Blora.

Hadir pula Kepala Cabang KSPPS BMT PETA Grobogan M. Yusuf, dan Kepala Cabang KSPPS BMT PETA Kudus Ngatono, S.Pd.I, dan tidak ketinggalan Kepala Cabang Panjalu Epic Grobogan Heru Setiyono. Sebelum acara ditutup, dilakukan dialog interaktif terbuka dengan nara sumber yang berkompeten dibidangnya. (ufi/pondokpeta.id)

Reportase: Pujiyanto (Staf Data SA78 Grobogan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*