Grobogan Berangkatkan 65 Bus

GROBOGAN — Ribuan murid Pesulukan Thoriqot Agung (PETA) asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dijadwalkan menghadiri Haul Akbar di Tulungagung, Ahad (24/09/2017) nanti. Sedikitnya 65 bus telah didata pengurus Sultan Agung 78 setempat untuk mengangkut para jamaah tersebut.

Ghirroh (semangat, red) jamaah dari kabupaten yang tidak begitu besar itu memang luar biasa. “Saat ini, jumlah anggota Sultan Agung 78 di Grobogan mencapai 3.612 orang yang tersebar di 27 kelompok khususiyah,” kata Muhammad Zuhri, pengurus SA78 Grobogan dalam laporannya kepada pondokpeta.id, Kamis (21/09/2017).

Dikatakan Zuhri, koordinasi keberangkatan telah dibahas para pengurus kelompok dalam rapat yang digelar Ahad Legi (03/09/2017) lalu di Aula Khususiyah Kelompok Pedak, Menduran. Persiapan sejak jauh hari mengingat antusiasme jamaah yang ingin tabarukan haul Pondok PETA sangat besar. Selain 65 bus, jamaah juga menumpang travel dan beberapa kendaraan pribadi lainya.

Koordinasi dihadiri sekitar 85 orang yang terdiri dari aswil dan staf aswil SA78, manajer dan marketing Panjalu Epic, koordinator KSPPS BMT PETA Jateng, ketua kelompok dan imam khususiyah, serta pengurus kelompok. Dalam rapat tersebut dibahas persiapan pemberangkatan meliputi pembentukan panitia perjalanan, jadwal, dan penomoran urut bus.

Rapat juga diisi sosialisasi program pondok PETA seperti Panjalu Epic (PT. Panjalu Amanah Wisata) tentang umroh yang belakangan ini mulai diserap oleh jamaah di Grobogan. Selain itu sosialisasi KSPPS BMT PETA tentang gerakan menabung harian dalam botol, dan gerakan menabung mingguan ketika khususiyah melalui jaringan admin KSP yang telah terbentuk di setiap kelompok khususiyah oleh koordinator KSPPS BMT PETA Jateng.

Acara yang sangat intens itu dimulai pukul 14.00 Wib dan berakhir pukul 17.00 Wib. Rapat diakhiri dengan ramah tamah dan menikmati hidangan khas ala santri. Tujuannya mengingatkan kembali pentingnya kebersamaan yang perlu dijunjung tinggi.

“Agar kompak, dan meneguhkan rasa solidaritas yang harus dikedepankan serta selalu berkhusnudzon terhadap sesama. Semuanya dalam rangka khidmah dan ta’dzim kepada dawuh Guru Agung Romo Yai Mursyid,” demikian Zuhri. (ufi/pondokpeta.id)