Dari Shanghai Hadiri Haul

Gino Hedianto saat transit di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia. (dok. pribadi)

KUALA LUMPUR — Jarak dan kesibukan tak menyurutkan keteguhan niat tabarukan (ngalap barokah) Guru Agung Kiai Mursyid. Dari Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok/China, Gino Hedianto, terbang khusus untuk menghadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA), Tulungagung, Ahad (24/09/2017).

Saat ini, Sabtu (23/09/2017) siang, Gino tengah transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia menunggu pesawat menuju ke Surabaya setelah sebelumnya hampir 7 jam terbang dari Bandara Pu Dong, Shanghai.

Gino yang tercatat sebagai murid PETA dan anggota Sultan Agung 78 Titik Cinunuk, Bandung Selatan, ini naik pesawat Air Asia pukul 6 pagi waktu Shanghai ke Kuala Lumpur. Dari Surabaya, kata Gino, langsung menuju Tulungagung.

“Dijadwalkan jam 3 sore landing di Bandara Juanda, Surabaya. Mohon do’anya lancar selamat sehingga dapat tabarukan menghadiri haul Guru Agung,” kata Gino kepada pondokpeta.id disela-sela menunggu pesawat ke Surabaya.

Boarding Pass perjalanan Gino dari Shanghai – Kuala Lumpur – Surabaya (dok. pribadi)

Gino selama ini sibuk dengan pekerjaannya di bidang online shop. Selain juga mendampingi isterinya, Siti Nugraha Mauludiah MIA, yang bertugas sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai.

Gino mohon dido’akan pula, setiap tahun dapat menghadiri Haul Akbar Hadlrotus Syekh Mustaqim bin Husein, Mbah Nyai Hj. Sa’diyah Mustaqim binti H. Rois, dan Hadlrotus Syekh Abdul Djalil Mustaqim.

Meskipun harus menempuh perjalanan 4.543 kilometer dari Shanghai ke Tulungagung, Gino memiliki himmah (semangat) yang tinggi untuk menghadiri haul. Itu semua demi menghormati guru dan mengharap barokah Guru Agung Kiai Mursyid Thoriqot Syadziliyah, Thoriqot Qodiriyah, Thoriqot Qodiriyah wan Naqsyabandiyah Hadlrotus Syekh Charir Muhammad Sholachuddin Al Ayyubi. (ufi/pondokpeta.id)