BMT PETA Genap Berusia 4 Tahun

Pertemuan sosialisasi pembukaan Kantor Cabang KSPPS BMT PETA di Jember disambut antusias jamaah Pondok PETA. (syahroni/SA78)

TULUNGAGUNG — Hari ini, Jum’at (10/11/2017), Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Maal wat Tamwil Perekonomian Tasyrikah Agung (KSPPS BMT PETA) genap berusia empat tahun. Berbagai torehan prestasi positif telah digapai lembaga keuangan syariah yang berada dibawah naungan Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA), Jl. KH. A. Wachid Hasyim, Kauman, Tulungagung.

“Kami menghaturkan terimakasih kepada beliau Guru Mursyid Pondok PETA yang selama ini terus dan selalu membimbing. Kami juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan aktif mengembangkan KSPPS BMT PETA,” kata Ketua Pengurus, H. Mahmud Rosyidi, M.Si kepada pondokpeta.id di Tulungagung, hari ini.

Haji Mamuk –demikian akrab disapa, mengatakan perjalanan BMT PETA memang terhitung masih baru. Belum genap lima tahun. Tetapi mengalami peningkatan aset luar biasa dari sebelumnya Rp. 3,2 miliar, kini mencapai Rp. 18,1 miliar.

Keberhasilan itu, kata Haji Mamuk, tidak lepas dari dukungan dan partisipasi aktif para anggota dan nasabah yang mayoritas adalah jamaah Thoriqot Syadziliyah Pondok PETA. “Karena itu kami terus berharap dukungan tersebut semakin meningkat. Dengan begitu, target aset mencapi Rp. 25 miliar di tahun kelima dapat tercapai,” jelasnya.

BMT PETA lahir tanggal 10 Nopember 2013 bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan. Setiap tahun, pada momen bersejarah itu menjadi motivasi semangat pengabdian dan semangat kerja, bagi seluruh anggota, jamaah Pondok PETA, jajaran pengurus, manajemen, koordinator dan admin untuk terus mendorong kemajuan dan kejayaan BMT PETA.

Di usia ke-4 ini, BMT PETA telah memiliki 6 kantor antara lain Kantor Pusat di Tulungagung, dan lima kantor cabang yang tersebar di Jombang, Grobogan, Trenggalek, Blora, dan Kudus. Tahun ini ditargetkan empat kantor cabang berdiri di Jember, Blitar, Pati, dan Demak.

Ketua Pengurus KSPPS BMT PETA, H. Mahmud Rosyidi, M.Si, saat sosialisasi pembukaan kantor cabang di Jember. (syahroni/SA78)

Saat pertemuan sosialisasi pembukaan kantor cabang BMT PETA di Jember, Ahad (29/10/2017) lalu, Haji Mamuk menjelaskan awal mula berdirinya BMT PETA yang diawali dengan pendaftaran anggota pada tahun 2013. Saat itu tergalang anggota sebanyak 6.122 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia hingga manca negara sehingga terkumpul dana sekitar Rp. 3,2 miliar. Saat ini, jumlah anggota dan nasabah mencapai lebih dari 21.000 orang.

Sempat mengalami minus di tahun pertama 2014 sebesar Rp. 70 juta, BMT PETA bangkit dengan keuntungan Rp. 170 juta setahun setelahnya di 2015. Kemudian meningkat Rp. 350 juta di tahun 2016, dan hingga September 2017 ini telah terakumulasi keuntungan bersih sebesar Rp. 718 juta.

“Dengan analisa berdasarkan pertumbuhan keuntungan yang sudah dijalani selama 4 tahun ini, tidak menutup kemungkinan pada akhir 2017 kita akan mendapatkan keuntungan dari sisa hasil usaha (SHU) tersebut dengan pencapaian antara Rp. 900 juta hingga Rp. 1 miliar lebih,” papar Haji Mamuk. (ufi/pondokpeta.id)

Reportase: Slamet Khansa (KSPPS BMT PETA Pusat) dan Syahroni (SA78 Jember)