Bermotor Ngalap Barokah Haul

BANDUNG — Beragam cara ditempuh murid Pesulukan Thoriqot Agung (PETA) untuk menghadiri peringatan Haul Akbar Hadlrotus Syekh Mustaqim bin Husein ke-48, Nyai Hj. Sa’diyah Mustaqim binti H. Rois ke-30 dan Hadlrotus Syekh Abdul Djalil Mustaqim ke-13. Diantaranya mengendarai sepeda motor meski jarak yang ditempuh terbilang jauh.

Kiagus Ahmad Haidar, murid PETA asal Jl. KH. A. Wachid Hasyim/Kopo, Bandung, Jabar, termasuk salah seorang yang bermotor. Ia berangkat dari rumahnya menuju Tulungagung, Selasa (19/09/2017) siang.

Tabarukan, berharap barokah dengan hadir di acara haul Guru Agung. Mohon do’a agar tiap tahun diberikan kesempatan hadir haul,” kata mantan Kepala SMA 02 Asy Syafi’iyah Bekasi ini kepada pondokpeta.id, Rabu (20/09/2017).

Saat menghubungi pondokpeta.id tadi malam, Kiagus sudah sampai di kawasan Gombong, Kebumen, Jateng. Ayah dua anak berusia 48 tahun ini memilih bermotor agar bisa mampir silaturrahim ke saudara-saudara sepermursyidan yang dilalui.

Bermotor juga menjadi pilihan murid PETA asal Indramayu, Ilham. Staf Dharma Sultan Agung 78 Aswil Jabar Utara ini mengendarai sepeda motor menuju Tulungagung, Rabu (20/09/2017) hari ini.

“Berangkat Rabu agar bisa hadir Kliwonan (Khususiyah Malam Jum’at Kliwon) dan nyambung tabarukan haul Guru Agung,” kata Ilham.

Guru SDN Sumbon IV Indramayu ini terbilang aktif hadir di Pondok PETA Tulungagung. Setiap kliwonan, nyaris tidak pernah absen mengikuti rapat bulan Sultan Agung 78.

Murid-murid PETA yang bermotor menuju Tulungagung, tidak abai dengan perlengkapan sesuai aturan lalu lintas. Seperti SIM dan STNK. Juga helm sesuai standard, pelindung tangan, pelindung kaki, masker, rompi/jaket berwarna spotlight.

Selain motor, murid-murid PETA datang dari berbagai daerah menggunakan bus, mobil MPV, elf, pesawat, kapal laut dan lain-lain. Tujuannya satu, tabarukan (ngalap barokah) Guru Agung dan Romo Yai Mursyid. (ufi/pondokpeta.id)