Aset BMT PETA Melonjak 18,1 M

Ketua Pengurus KSPPS BMT PETA, Drs. H. Mahmud Rosyidi, M.Si, menyampaikan pembekalan calon karyawan. (kspps bmt peta)

GRESIK — Pertumbuhan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal wat Tamwil Perekonomian Tasyrikah Agung (KSPPS BMT PETA) meningkat tajam dalam sembilan bulan terakhir. Pada penghujung 2016, aset BMT PETA sebesar Rp. 13,4 miliar dan per 30 September 2017 mencapai Rp. 18,1 miliar.

Dalam usianya yang baru empat tahun, pertumbuhan aset BMT PETA tersebut melampaui ekspektasi. Hal tersebut dipicu oleh partisipasi dan kepatuhan murid-murid Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA) terhadap program beliau Guru Agung Syaikhina wa Mursyidina wa Murobbi Ruuchinaa Hadlrotus Syekh KH. Charir Muhammad Sholachuddin Al Ayyubi.

“Alhamdulillah, semakin banyak yang menabung di BMT PETA. Aset yang terus meningkat ini barokah dari gerakan menabung yang dicanangkan beliau Romo Yai Mursyid,” ungkap Ketua Pengurus KSPPS BMT PETA, Drs. H. Mahmud Rosyidi, M.Si, dalam perbincangan dengan pondokpeta.id usai briefing calon karyawan yang tengah magang di Karangcangkring, Dukun, Gresik, Jum’at (14/10/2017) malam.

Aset yang meningkat itu membawa konsekuensi pentingnya berdiri kantor cabang baru. Dilaunching Yayasan PETA pada 14 April 2013, BMT PETA saat ini memiliki 6 kantor cabang. Antara lain Tulungagung, Trenggalek, Jombang, Blora, Grobogan, dan Kudus.

Keenam cabang tersebut sudah terlampau berat mengelola aset sebesar itu. “Insya Allah akan dibuka cabang baru di Blitar, Jember, Pati, dan Demak,” jelas Mahmud.

Pengurus KSPPS BMT PETA bersama para calon karyawan. (kspps bmt peta)

Penambahan kantor cabang baru itu dapat pula mempercepat pertumbuhan aset. Selain tentunya lebih luas dalam memberikan manfaat bagi para anggotanya. “Ini sejalan dengan prinsip BMT PETA sebagai koperasi yang berasal dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” kata Mahmud yang didampingi jajaran pengurus KSPPS BMT PETA antara lain Sandi Abdullah, ST (Sekretaris), H. M. Ayubi Chozin (Manajer), Slamet dan Luthfi (Staf Kantor Pusat).

Mahmud menambahkan, hingga 2018 mendatang ditargetkan dapat mencapai aset Rp. 25 miliar. “Ketasliman murid PETA terhadap dawuh beliau Romo Yai Mursyid diatas rata-rata untuk menabung. Jadi target pencapaian aset sebesar Rp. 25 miliar tahun depan itu insya Allah dapat tercapai,” papar Mahmud.

Saat ini, berbagai ikhtiar pembenahan manajerial dan pelayanan terus ditingkatkan. Sehingga keinginan agar BMT PETA berjalan sehat, bermanfaat dan menguntungkan dapat terpenuhi. Visi menjadikan KSPPS BMT PETA menjadi rumah ekonomi jamaah PETA tercapai. (ufi/pondokpeta.id)