Khaliyah dan Amaliyah Mbah Djalil

H. Purnawan Buchori dan buku manaqib Mbah Djalil. (dok. pribadi)

BLITAR — Buku “Jejak-jejak Mbah Djalil, Manaqib Asy Syekh Abdul Djalil Mustaqim (1942-2005)” yang mengasuh Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA) tahun 1970-2005 diluncurkan dalam rangkaian Haul Akbar tahun ini. Ditulis murid sepuh Pondok PETA, H. Purnawan Buchori, buku tersebut banyak mengulas khaliyah dan amaliyah keseharian Mbah Djalil.

Menurut Bah Pur, demikian H. Purnawan Buchori biasa siapa, tidak sedikit murid-murid Pondok PETA yang mengetahui, baik secara langsung maupun tidak, karomah yang dikaruniakan Allah SWT kepada almaghfurlah Mbah Djalil.

“Namun, dalam menulis biografi beliau, saya hanya mengemukakan sebagian kecil dari sekian banyaknya karomah Mbah Djalil,” kata Bah Pur kepada pondokpeta.id di kediamannya di Blitar, Jawa Timur, Jum’at (22/09/2017) siang.

Dalam buku ini, penulis justru banyak menceritakan bagaimana khaliyah dan amaliyah Mbah Djalil sehari-hari. Hal ini dimaksudkan penulia agar semua jejak-jejak agung beliau Mbah Djalil bisa ditapak tilasi para murid Pondok PETA yang tidak sempat bertemu dengan beliau secara langsung.

Bah Pur yang mantan Wakil Walikota Blitar ini mengutip salah satu dawuh Mbah Djalil. “Janganlah engkau hanya melihat seekor lebah bisa mengeluarkan madu. Tapi lihatlah bagaimana susah payahnya seekor lebah sampai bisa mengeluarkan madu,” ungkapnya.

Buku Manaqib Mbah Djalil harga Rp. 110.000,- dan Buku Manaqib Mbah Mustaqim harga Rp. 99.000,- (ufi/pondokpeta.id)

Lebih lengkap bagaimana isi buku Manaqib Mbah Djalil tersebut, dapat dibaca tuntas dalam naskah biografi setebal 198 halaman. Segera dapatkan dengan menghubungi pengurus Pondok PETA, Ustadz Abdul Wasik.

“Buku Manaqib Mbah Djalil harga Rp. 110.000,- dan tersedia pula buku Manaqib Mbah Mustaqim yakni dengan harga Rp. 99.000,- dapat diperoleh di kantor Pondok PETA,” jelas Ustadz Wasik kepada pondokpeta.id, Jum’at (22/09/2017) malam.

Buku juga dapat diperoleh di stand Pondok PETA di dekat alun-alun Tulungagung saat puncak peringatan haul akbar, Ahad (24/09/2017). Segera dapatkan karena cetakan pertama sangat terbatas. (ufi/pondokpeta.id)