Kepincut Hasil Kerajinan Rajut

Ny. Siti Istiqomah dengan Ning Niken Mayasari dan tas hasil rajut. (dzulkifli/pondokpeta.id)

BLITAR — Hasil produksi rajut karya Ning Niken Mayasari membuat kepincut banyak kalangan. Salah satunya Ny. Siti Istiqomah, warga Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Pemilik Aksesoris “Pinkiss” yang akrab disapa Mbak Is ini berminat memasarkannya.

Ditemui pondokpeta.id, Mbak Is mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihat hasil rajutan Ning Maya di sosial media. Ia memang acapkali memantau instagram dan facebook. “Saya langsung tertarik dengan tas handmade rajut yang dipajang Ning Maya di instagram dan facebook beliau,” kata Mbak Is di toko “Restu” milik suaminya, H. Thobroni Musa, yang dekat dengan alun-alun Kota Blitar.

Ibu empat anak ini langsung tergerak membeli produk hasil rajutan Ning Maya. “Ternyata memang bagus sekali. Rajutannya padat. Bisa dicuci di mesin cuci. Dan nggak gampang kendur,” papar Mbak Is.

Ibu-ibu dan remaja putri antusias berlatih rajut kepada Ning Niken Mayasari. (dzulkifli/pondokpeta.id)

Selain dipakai sendiri, Mbak Is berniat turut menjual. Ia yakin hasil rajutan Ning Maya laku di pasaran. Selain bagus, hasil rajutan isteri Ketua Program Sultan Agung 78, Agus Kharir Muhammad Fairuza, ini dipandang Mbak Is memiliki nilai jual tinggi.

Seperti diwartakan pondokpeta.id beberapa waktu lalu, Ning Maya aktif membuat kerajinan berbahan rajut. Banyak instansi dan organisasi perempuan yang belajar rajut kepada Ning Maya. Ibu dua anak yang asli Grobogan, Jateng, ini juga aktif melatih rajut kepada jamaah Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA) di berbagai daerah.

Seperti pekan lalu, Ning Maya memberikan pelatihan rajut kepada jamaah Pondok PETA di wilayah Blitar Raya. Pesertanya adalah ibu-ibu dan remaja putri yang bertempat di kediaman Mbak Is di Jl. Kelud, Kota Blitar.

Pelatihan tersebut membuktikan keseriusan Mbak Is memasarkan hasil rajut. Sampai-sampai merelakan rumahnya ditempati pelatihan rajut yang menghadirkan langsung Ning Maya dari Tulungagung. (ufi/pondokpeta.id)

Reportase: Muhammad Dzulkifli Al Blitary (Staf Pusat SA78)