Galeri Rajut Sultan Agung 78

Ibu-ibu dan remaja putri terpikat produk Galeri Rajut Sultan Agung 78 di arena Car Free Day (CFD), Aloon Aloon Tulungagung. (ins/galeri rajut sa78)

TULUNGAGUNG — Jika Anda melintasi Jl. KH. A. Wachid Hasyim, Kauman, Tulungagung, pada hari Minggu pagi, jangan kaget jika mendapati kerumunan ibu-ibu dan remaja putri. Mereka tampak antusias memilah dan memilih beragam jenis hasil rajutan yang dijajakan Galeri Rajut Sultan Agung 78. Pemandangan ini tampak pada ajang Car Free Day (CFD) yang berlangsung Ahad (11/03/2018) pagi ini.

Sudah sejak beberapa waktu lalu, Galeri Rajut SA78 hadir di lokasi CFD yang digelar setiap minggu pagi di seputar Aloon Aloon Tulungagung. Ratusan hasil rajut karya anak didik Galeri Rajut SA78 dibawah bimbingan Ning Niken Mayasari Fairuz dipajang. Tak butuh waktu lama, hasil kreatifitas buah tangan itu ludes terjual.

Beragam produk Galeri Rajut Sultan Agung 78 dipasarkan melalui online, sosial media, pameran, dan getok tular. (ins/galeri rajut sa78)
Melalui rajut, ikhtiar pemberdayaan ekonomi jamaah Pondok PETA diwujudkan. (ins/galeri rajut sa78)
Rajutan indah diatas memiliki kualitas bagus meski harganya sangat terjangkau. (ins/galeri rajut sa78)
Beragam produk rajutan Galeri Rajut Sultan Agung 78 merupakan buah kreatifitas para anggota SA78. (ins/galeri rajut sa78)

Beberapa item hasil rajutan itu berupa tas perempuan, dompet, peci, baju anak, serta aneka ragam kerajinan lainnya. Tidak cuma kalangan perempuan yang antusias membelinya, tetapi juga kaum Adam. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Ibu rumah tangga, pelajar, pengusaha, bahkan pejabat dan politisi.

Yang menarik, hasil rajut karya Ning Niken dibantu anak-anak didik Galeri Rajut SA78 juga memikat hati warga negara asing. Beberapa waktu lalu, Mr. Oomar dari Mauritius, sebuah negara kepulauan di belahan Afrika ini langsung memboyong beberapa produk Galeri Rajut SA78 ke negaranya yang terletak di barat daya Samudera Hindia, sekitar 900 km sebelah timur Madagaskar.

Mr. Oomar dari Mauritius mencermati produk Galeri Rajut Sultan Agung 78 saat berkunjung ke Tulungagung. (ins/galeri rajut sa78)

Selain dari belahan Afrika, peminat dari negeri jiran juga tidak terhitung. Setiap bulan, selalu ada pemesan dari Malaysia, Singapura, dan negara-negara lain. Melalui pemasaran secara online, anak didik Galeri Rajut SA78 sampai kewalahan melayani pesanan sehingga kapasitasnya dibatasi.

Produk Galeri Rajut SA78 dinilai banyak kalangan memiliki nilai kreatifitas tinggi. Rajutan dan bahannya halus, tetapi dengan harga yang sangat terjangkau. Padahal, kualitasnya tidak kalah dengan rajutan merk-merk ternama.

Berminat produk Galeri Rajut Sultan Agung 78? Sila hubungi :

Ikhtiar menambah tenaga untuk meningkatkan produksi rajut, terus dilakukan Galeri Rajut SA78. Pelatihan dan bimbingan intensif dilakukan dengan melibatkan anggota SA78 dari berbagai daerah. “Semakin banyak permintaan, SDM semakin kurang. Kita tidak mempunyai stock. Setiap barang jadi langsung laku. Padahal, galeri rajut yg kita buat sudah banyak permintaan,” kata Ketua Program SA78 Pusat, Agus Kharir Muhammad Fairuza.

Meski demikian, Gus Fariz menegaskan, tidak akan menyerah mempromosikan rajutan yang pada gilirannya dapat membantu ekonomi jamaah Pondok PETA. “Mungkin jamaah ada yang tahu tentang rajutan. Dan jamaah mengerti bahwa rajutan itu pasti mahal. Kita membuat rajutan yang harga murah tapi kualitas sangat bagus. Kita akan tetap membantu ekonomi jamaah untuk yang pertama. Bila dalam beberapa bulan, jamaah sudah tidak ada yang mau diadakan pelatihan, maka kita akan mencari pihak luar untuk membantu SDM kita nanti,” tegasnya. (ufi/pondokpeta.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*