Festival Kuliner dan Jajanan Tradisional

TULUNGAGUNG — Ada yang berbeda dengan Haul Akbar tahun ini. Beberapa hari sebelum puncak pelaksanaan haul, digelar “Festival Kuliner dan Jajanan Tradisional” yang mengambil tempat di sebelah barat Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA), Jl. KH. A. Wachid Hasyim, Tulungagung.

Festival kuliner dan jajanan tradisional itu tepatnya diselenggarakan hari Selasa, Rabu dan Kamis tanggal 19 hingga 21 September 2017. “Waktunya mulai pukul 15.00 Wib sampai 22.00 Wib. Digelar sore sampai malam, agar siangnya roda perekonomian tetap berjalan sebagaimana biasa,” jelas pengurus Pondok PETA, Ustadz Mukhtarul Jumal, kepada pondokpeta.id di Tulungagung, Jum’at (15/09/2017).

Menurut Kang Jumal -sapaan akrab Mukhtarul Jumal, penyelenggaran festival kuliner dan jajanan tradisional ini merupakan salah satu wujud kepedulian Pondok PETA terhadap masyarakat. Cita rasa Nusantara dan potensi masyarakat, terutama di bidang kuliner, diapresiasi melalui event ini.

Aneka makanan tradisional disajikan dalam festival kuliner tersebut. Diantaranya Ayam Lodho, Sumpil, Nasi Patik, Bothok Iwak Kali, Sate Sapi, Nasi Pecel, Penyetan dan lain-lain. Sedangkan jajanan yang meramaikan festival itu antara lain Lupis, Cucur, Jadah, Ketan Goreng, Gathot, Growol, Cempura, Cenil, Iwel-iwel, Lepet, dan banyak lagi varian kue khas Nusantara.

Sementara minuman tradisional yang dihadirkan dalam festival itu seperti aneka kopi, aneka wedang, aneka jus, aneka teh, cincau, dawet, dan lainnya. “Jamaah yang datang dari berbagai daerah sebelum acara puncak haul, dapat menikmati sajian para peserta festival. Diharapkan masyarakat sekitar pondok yang berjualan di festival itu turut mendapatkan barokah haul,” kata Kang Jumal. (ufi/pondokpeta.id)