Bahagia Hasil Rajutan Dipakai Orang

Ike Ningrum Choiriah tengah asyik merajut. (ami supriono/SA78 blitar)

BLITAR — Ike Ningrum Choiriah sebelumnya tidak menyangka bisa keasyikan mengolah benang dan kain menjadi produk rajut. Berawal dari ikut-ikutan, perempuan 26 tahun itu kini menekuni ketrampilan rajut karena merasa bahagia hasil olahan tangannya dipakai orang.

“Tadinya saya belum tertarik ngerajut mas. Ikut-ikutan saja karena itu program Sultan Agung 78 di bidang pemberdayaan jamaah yang sangat bermanfaat. Bahkan keluarga saya juga tidak yakin, saya ikut merajut. Soalnya saya gampang bosan. Eh, ternyata merajut itu sangat asyik dan tidak membosankan,” kata Ike kepada pondokpeta.id disela-sela latihan rajut di Blitar, Kamis (17/11/2017).

Semangat Ike meningkatkan kelihaian dalam merajut bertambah jika melihat hasil rajutannya dipakai orang. “Kalau saya bisa merajut dan rajutan saya bisa digunakan orang lain, saya bahagia banget. Kan itu termasuk menyenangkan orang lain,” ujarnya.

Ike tidak mengalami kesulitan berarti dalam belajar merajut. Selain karena sudah suka, bimbingan mentor yang handal dari Ning Niken Mayasari Fairuza dan Bu Dian sangat membantu Ike serta para anggota Komunitas Rajut Sultan Agung 78.

Ning Niken Mayasari Fairuza dengan tekun mengajarkan teknik merajut di Komunitas Rajut SA78. (ami supriono/SA78)

“Kesulitan yang saya hadapi dan juga teman-teman di Komunitas Rajut SA78 hilang berkat bimbingan mentor kita handal Ning Maya dan Bu Dian. Kami sangat berterimakasih kepada beliau-beliau yang peduli dengan pemberdayaan perempuan,” papar Ike asal Penataran, Blitar, yang sarjana pendidikan matematika.

Pengakuan senada diucapkan Binti Zahroh asal Srengat, Blitar. Ibu rumah tangga ini mengaku sekarang dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan merajut. “Saya dan teman-teman berharap bisa merajut dengan rapi seperti dicontohkan guru saya, Ning Maya dan Bu Dian. Kami ingin merajut ini bisa menghasilkan produk yang barokah dan manfaat,” kata Binti.

Begini suasana anggota Komunitas Rajut SA78 melemaskan jari berlatih rajut. (ami supriono/SA78)

Komunitas Rajut SA78 akan bekerjasama dengan Toko Aksesoris “Pinkiss”. Produk rajutan yang dihasilkan para anggotanya akan dipasarkan di gerai milik Ny. Siti Istiqomah yang tersebar di beberapa tempat di Blitar.

Mbak Is -sapaan pemilik “Pinkiss”, tertarik memasarkan produk rajut karya Ning Maya dan anak didiknya. Selain bagus dan rapi, harga jualnya dibawah produk bermerk yang dijual di mall, online shop maupun gerai-gerai lain. Padahal, kualitas benang dan bahannya yang digunakan Ning Maya jauh diatas produk-produk pasaran. (ufi/pondokpeta.id)

Reportase: Ami Supriono (Staf SA78 Blitar)